Instal PowerShell di macOS dan Melakukan Hash Verification
Setelah mengikuti tahap-tahap ini Anda akan mampu:
- Menginstal PowerShell pada macOS
- Menjalankan PowerShell
- Menghasilkan hash suatu file
- Memverifikasi integritas file menggunakan hash
PowerShell tersedia untuk macOS dan dapat Anda instal melalui Homebrew yang merupakan package manager populer di macOS. (Microsoft Learn)
Tahap 1 — Membuka Terminal
Buka:
- Launchpad
- Ketik Terminal
- Jalankan aplikasi Terminal
Semua proses instalasi dilakukan dari Terminal.
Tahap 2 — Memastikan Homebrew Terpasang
Cek:
brew --version
Jika muncul nomor versi:
Homebrew 4.x.x
berarti Homebrew sudah terpasang.
Instal Homebrew dahulu. Microsoft merekomendasikan Homebrew sebagai metode instalasi PowerShell di macOS. (Microsoft Learn)
Tahap 3 — Instal PowerShell
Di Terminal jalankan:
brew install --cask powershell
Tunggu proses selesai. (Microsoft Learn)
Tahap 4 — Menjalankan PowerShell
Setelah instalasi selesai:
pwsh
Jika berhasil akan muncul prompt PowerShell:
PS /Users/namapengguna>
Ini menunjukkan PowerShell sudah aktif. (Microsoft Learn)
Tahap 5 — Menyiapkan File Uji
Misalnya terdapat sebuah file:
surat_perjanjian.pdf
di folder:
Downloads
Tahap 6 — Pindah ke Folder File
Dalam PowerShell:
cd ~/Downloads
Lalu lihat isi folder:
Get-ChildItem
atau
ls
Tahap 7 — Generate Hash
Untuk menghitung hash SHA256:
Get-FileHash surat_perjanjian.pdf
Hasilnya akan muncul:
Algorithm : SHA256
Hash : A2F6C4E7B8D9F.....
Path : /Users/mahasiswa/Downloads/surat_perjanjian.pdf
Apa yang Baru Terjadi?
PowerShell membuat: “sidik jari digital” untuk file tersebut.
Nilai hash inilah yang nanti dicatat dalam:
- berita acara pemeriksaan,
- laporan forensik,
- chain of custody,
- dokumentasi barang bukti.
Tahap 8 — Simpan Hash
Salin nilai hash tersebut.
Contoh:
A2F6C4E7B8D9F12345...
Simpan di dokumen atau laporan.
Tahap 9 — Uji Integritas
Sekarang lakukan sedikit perubahan pada file:
- edit PDF,
- tambah satu karakter,
- atau ubah metadata.
Kemudian hitung kembali:
Get-FileHash surat_perjanjian.pdf
Yang akan terjadi, hash akan berubah total meskipun satu karakter saja yang berubah.
Inilah yang menjadi dasar:
Fungsi Hash Verification
Yaitu membandingkan antara Hash Lama dan Hash Baru
Interpretasi Forensik
Jika Sama
Hash Awal = Hash Akhir
Kesimpulan: File identik, Tidak terdeteksi perubahan.
Jika terdapat perbedaan,
Hash Awal ≠ Hash Akhir
Kesimpulan:
- File telah berubah
- Integritas barang bukti perlu dipertanyakan
Hubungan dengan Chain of Custody
Inilah yang perlu kita pahami. Bahwa hash bukan sekadar angka panjang. Hash adalah alat untuk menjawab: “Bagaimana kita tahu bahwa file yang diperiksa hari ini sama dengan file yang pertama kali ditemukan?”
Karena itu dalam digital forensics biasanya urutannya:
- Temukan barang bukti
- Catat Hash
- Lakukan Forensic duplication
- Verifikasi hash kembali
- Analisis barang bukti
Jika hash tetap sama, integritas barang bukti dapat dipertanggungjawabkan.
Soal Praktikum yang Menarik
Anda bisa mencoba pengujian/percobaan seperti ini:
- Unduh sebuah PDF.
- Hitung hash SHA256 menggunakan PowerShell.
- Simpan hasil hash.
- Lakukan perubahan sekecil mungkin pada file.
- Hitung kembali hash.
- Tulis artikel blog 500–1000 kata yang menjelaskan:
- apa itu hash,
- mengapa hash berubah,
- apa kaitannya dengan chain of custody,
- bagaimana hash membantu menjaga integritas barang bukti digital.
Dengan mengerjakan tugas semacam ini Anda tidak hanya menguji, tetapi juga memahami mengapa hash verification menjadi salah satu prosedur paling penting dalam investigasi kejahatan siber dan digital forensics.[]