Panduan ini untuk wawasan dalam penerapan hukum siber atau khususnya digital forensics, panduan ini tidak hanya menjelaskan untuk klik ini klik itu, tetapi juga apa yang harus didokumentasikan sebagai calon barang bukti elektronik.
Tujuan
Memastikan bahwa file yang diperiksa masih identik dengan file asli dan tidak mengalami perubahan.
Langkah 1: Siapkan File
Contoh:
- DOCX
- JPG
- ZIP
Simpan pada folder:
C:\BarangBukti\
Langkah 2: Buka PowerShell
Tekan:
Windows + X
Pilih:
Windows PowerShell
atau
Terminal
Langkah 3: Hitung Hash SHA-256
Perintah:
Get-FileHash "C:\BarangBukti\contoh.pdf" -Algorithm SHA256
Contoh hasil:
Algorithm : SHA256
Hash : 8F9A2A91E4A...
Path : C:\BarangBukti\contoh.pdf
SHA-256 merupakan algoritma yang direkomendasikan untuk verifikasi integritas file. Microsoft menjelaskan bahwa perubahan satu karakter saja pada isi file akan menghasilkan nilai hash yang berbeda. (Microsoft Learn)
Langkah 4: Dokumentasikan
Screenshot:
- lokasi file
- perintah PowerShell
- hasil hash
Catat:
| Item | Nilai |
|---|---|
| Nama File | contoh.pdf |
| Ukuran | xx MB |
| Tanggal Pemeriksaan | xx |
| Algoritma | SHA-256 |
| Nilai Hash | xxxx |
Langkah 5: Uji Integritas
Edit file tersebut.
Misalnya:
- tambah satu kata pada DOCX
- ubah satu huruf pada TXT
Lalu hitung ulang hash > Bandingkan hasilnya > Jika hash berubah:
Integritas file berubah.
Verifikasi Banyak File Sekaligus
Misalnya satu folder berisi barang bukti.
Get-ChildItem "C:\BarangBukti" -File |
Get-FileHash -Algorithm SHA256
Perintah ini akan menghasilkan hash seluruh file dalam folder tersebut. (PowerShell Tips)
Panduan Hash Verification di Android
Android tidak memiliki fitur hash SHA-256 bawaan yang mudah diakses seperti PowerShell. Karena itu biasanya digunakan aplikasi pemeriksa hash. Salah satu yang cukup sederhana adalah: DeadHash Official Project
DeadHash tersedia untuk Android dan mendukung SHA-256, SHA-512, MD5, dan algoritma lainnya. (codedead.com)
Langkah 1
Install aplikasi hash checker. Misalnya:
- DeadHash
- Hash Check
Aplikasi seperti Hash Check memungkinkan pengguna memilih file lalu menghasilkan SHA-256 secara lokal tanpa mengunggah file ke server. (APKPure.com)
Langkah 2
Pilih file. Contoh:
Dokumen.pdf
atau
Screenshot.png
Langkah 3
Pilih:
SHA-256
Langkah 4
Catat hasil hash. Contoh:
A3F4C9D2B6...
Langkah 5
Pindahkan file ke perangkat lain.
Hitung kembali hash.
Jika identik:
File tidak berubah.
Jika berbeda:
File telah berubah atau rusak.
Untuk kebutuhan mahasiswa digital forensics atau hukum siber, saya justru tidak menyarankan install hasher dari GitHub terlebih dahulu jika tujuan utamanya belajar konsep hash verification.
Alasannya sederhana:
Dalam forensik digital, semakin sedikit tool tambahan yang digunakan, semakin mudah prosesnya direproduksi dan diaudit.
Di Android dengan Termux, perintah hash sebenarnya sudah tersedia melalui paket dasar Linux. Jadi mahasiswa bisa belajar konsep hash tanpa harus clone repository apa pun.
Metode 1 (Paling Direkomendasikan): Menggunakan sha256sum di Termux
Install Termux
Gunakan versi resmi dari: Termux GitHub Releases
(Hindari versi Play Store yang sudah lama tidak diperbarui.)
Beri akses penyimpanan
Jalankan:
termux-setup-storage
Akan muncul izin akses storage Android.
Masuk ke folder Download
Biasanya:
cd ~/storage/downloads
Cek isi folder:
ls
Misalnya ada:
barangbukti.pdf
Hitung SHA-256
sha256sum barangbukti.pdf
Hasil:
d5e31a61d0d7d3d5d1d2f4e7......
barangbukti.pdf
Nilai panjang di depan itulah hash SHA-256.
Menghasilkan Hash untuk Banyak File
sha256sum *
atau
find . -type f -exec sha256sum {} \;
Ini sangat menarik untuk tugas mahasiswa karena dapat menunjukkan bagaimana investigator menangani banyak barang bukti sekaligus.
Menyimpan Hasil Hash ke File
Praktik yang lebih mendekati forensik:
sha256sum barangbukti.pdf > hash_awal.txt
Kemudian:
cat hash_awal.txt
Output:
d5e31a61d0d7d3d5d1d2f4e7...
barangbukti.pdf
Verifikasi Hash di Kemudian Hari
Misalnya investigator menerima kembali file tersebut. Buat checksum:
sha256sum barangbukti.pdf > hash_baru.txt
Bandingkan:
diff hash_awal.txt hash_baru.txt
Jika tidak ada output:
Hash identik
Artinya file tidak berubah.
Metode 2: Menggunakan md5sum atau sha1sum
Untuk pembelajaran boleh.
md5sum file.pdf
atau
sha1sum file.pdf
Namun untuk konteks forensik modern saya akan meminta mahasiswa menggunakan:
SHA-256
karena lebih kuat dan lebih umum digunakan saat ini.
Metode 3: Menggunakan OpenSSL
Jika ingin mengenalkan tool yang sering dijumpai pada sistem forensik dan server. Install:
pkg install openssl
Lalu:
openssl dgst -sha256 barangbukti.pdf
Output:
SHA256(barangbukti.pdf)= d5e31a61...
Apakah Perlu Clone Hasher dari GitHub?
Menurut saya tidak perlu untuk tahap awal. User sering terjebak:
Install tool
↓
Clone github
↓
Ikuti tutorial
↓
Tidak memahami konsep
Padahal tujuan forensik adalah:
File
↓
Hash
↓
Integritas
↓
Pembuktian
Bukan:
Tool
↓
Tool
↓
Tool
Jika Ingin Naik ke Level Forensik
Baru saya kenalkan pembuatan manifest checksum. Contoh:
find . -type f -exec sha256sum {} \; > manifest.sha256
Hasil:
foto1.jpg
foto2.jpg
chat.pdf
screenshot.png
semuanya tercatat dalam satu file.
Ini sebenarnya sudah mendekati praktik laboratorium forensik digital:
- Barang bukti diterima.
- Hash dihitung.
- Manifest dibuat.
- Manifest disimpan.
- Verifikasi ulang dilakukan sebelum sidang.
Tugas yang Menarik untuk dicoba
Saya akan memberi tugas seperti ini:
- Ambil 3 file berbeda di Android.
- Hitung hash SHA-256 menggunakan Termux.
- Simpan hasil ke
manifest.sha256. - Edit salah satu file.
- Hitung ulang hash.
- Jelaskan:
- file mana yang berubah;
- bagaimana investigator mengetahui perubahan tersebut;
- mengapa perubahan satu karakter saja menghasilkan hash berbeda;
- apa implikasinya terhadap integritas alat bukti elektronik.
Dengan tugas seperti itu Anda belajar:
- Linux dasar.
- Android forensics dasar.
- Hash verification.
- Dokumentasi barang bukti.
- Hubungan teknis dan hukum pembuktian elektronik.
Dan semuanya cukup menggunakan Termux bawaan tanpa perlu clone satu pun repository GitHub. Itu justru lebih elegan untuk pembelajaran forensik dasar.
Bukti yang Sebaiknya Diserahkan
Saya biasanya meminta:
Wajib
- Screenshot lokasi file.
- Screenshot PowerShell / aplikasi hash.
- Nilai hash SHA-256.
- Analisis 200–300 kata.
Bonus
- Video screen recording proses hashing.
- Form Chain of Custody sederhana.
- Perbandingan hash sebelum dan sesudah modifikasi.
Video YouTube yang Layak Dijadikan Referensi
PowerShell Get-FileHash
PowerShell Get-FileHash Tutorial: Verify File Integrity and Detect Hidden Differences
Video ini menjelaskan penggunaan Get-FileHash, verifikasi integritas file, dan mengapa ukuran file atau timestamp saja tidak cukup untuk membuktikan keaslian file. (YouTube)
Tutorial Singkat PowerShell Hash
Powershell check the integrity of a file using filehash
Video singkat yang menunjukkan penggunaan dasar Get-FileHash untuk verifikasi integritas file. (YouTube)
Pertanyaan Reflektif
Setelah praktik, saya akan meminta Anda menjawab:
Jika sebuah file chat WhatsApp diajukan sebagai alat bukti elektronik namun hash baru dihitung tiga bulan setelah penyitaan, apakah Anda yakin integritas file tersebut masih dapat dipertanggungjawabkan? Jelaskan dari sudut pandang teknis dan hukum.
Pertanyaan seperti ini biasanya jauh lebih efektif daripada sekadar menjalankan perintah hash, karena menghubungkan hash verification, chain of custody, integritas barang bukti, dan pembuktian elektronik di persidangan. [HS]