Praktikum ini disusun untuk mendorong untuk benar-benar mempraktikkan Digital Evidence Handling, dan soal berbasis tugas investigasi sederhana daripada soal teori. Dengan begitu mereka belajar:
- Akuisisi barang bukti digital.
- Dokumentasi.
- Hash verification.
- Chain of Custody.
- Metadata examination.
- Pelaporan forensik sederhana.
Berikut 4 soal yang perlu dikerjakan melalui blog pribadi mahasiswa:
Soal 1 — Akuisisi dan Hash Verification Barang Bukti Digital
Skenario
Anda menerima sebuah file digital yang diduga akan digunakan sebagai barang bukti.
Gunakan salah satu jenis file berikut (nama file bebas dan anda bebas ambil dari mana saja, selama tidak mengandung konten berbahaya dan ilegal):
- JPG
- DOCX
- ZIP
Ukuran minimal 1 MB.
Tugas
- Buat folder bernama:
BarangBukti_Nama_NIM
- Simpan file barang bukti di dalam folder tersebut.
- Gunakan PowerShell untuk menghasilkan nilai hash SHA-256.
Perintah:
Get-FileHash "nama_file.pdf" -Algorithm SHA256
- Ambil screenshot:
- lokasi file
- perintah PowerShell
- hasil hash
- Catat:
- nama file
- ukuran file
- tanggal pemeriksaan
- hash SHA-256
- Tulis analisis: Mengapa hash diperlukan dalam proses pembuktian digital?
Output
- Screenshot PowerShell
- Nilai hash
- Penjelasan minimal 250 kata
Soal 2 — Simulasi Integritas Barang Bukti
Skenario
Seorang penyidik mengklaim file yang diperiksa masih identik dengan file asli.
Anda diminta memverifikasi klaim tersebut.
Tugas
- Pilih file yang sama dari Soal 1.
- Hitung hash awal.
- Buat salinan file.
Contoh:
foto_asli.jpg
foto_salinan.jpg
- Hitung hash kedua file.
- Bandingkan hasilnya.
- Setelah itu lakukan perubahan kecil pada file salinan:
Misalnya:
- menambah satu karakter pada file TXT
- mengedit dokumen DOCX
- mengubah nama isi file ZIP
- Hitung kembali hash file yang telah dimodifikasi.
- Bandingkan seluruh hash.
Pertanyaan Analisis
Jelaskan:
- Mengapa hash berubah?
- Apakah perubahan 1 karakter memengaruhi integritas barang bukti?
- Apa risiko jika penyidik tidak melakukan verifikasi hash?
Output
Tabel:
| File | Hash |
|---|---|
| Asli | … |
| Salinan | … |
| Modifikasi | … |
Soal 3 — Pemeriksaan Metadata Barang Bukti
Skenario
Penyidik menemukan sebuah dokumen digital yang diduga dibuat oleh seseorang tertentu.
Tugas
- Pilih file:
- DOCX
- JPG
- Periksa metadata menggunakan salah satu alat:
Windows Properties
atau
ExifTool (https://exiftool.org/)
ExifTool
- Dokumentasikan:
- Nama file
- Tanggal dibuat
- Tanggal diubah
- Author (jika ada)
- Software pembuat file
- Ambil screenshot hasil pemeriksaan.
- Buat analisis:
Apakah metadata dapat digunakan sebagai bukti?
Apa keterbatasannya?
Output
Laporan minimal 250 kata.
Soal 4 — Penyusunan Chain of Custody dan Laporan Forensik Sederhana
Skenario
Anda bertugas sebagai pemeriksa awal pada sebuah kasus dugaan penipuan online (jawaban bisa imajiner bisa Anda praktikkan dan ambil screenshootnya untuk dipost).
Barang bukti yang diterima:
- 1 file PDF
- 1 screenshot PNG
- 1 file TXT
Tugas
Buat formulir Chain of Custody sederhana.
Contoh:
| Tanggal | Petugas | Aktivitas |
|---|---|---|
| 01/06/2026 | Mahasiswa | Menerima file |
| 01/06/2026 | Mahasiswa | Menghitung hash |
| 01/06/2026 | Mahasiswa | Menyimpan salinan kerja |
Kemudian buat laporan berisi:
Identifikasi Barang Bukti
- Nama file
- Ukuran
- Hash
Langkah Pemeriksaan
- Akuisisi
- Dokumentasi
- Verifikasi hash
- Pemeriksaan metadata
Temuan
Apa yang ditemukan dari pemeriksaan?
Kesimpulan
Apakah integritas barang bukti masih terjaga?
Output
Laporan forensik sederhana 250 kata.
Bonus (Nilai Tambahan)
Untuk mahasiswa yang ingin nilai lebih:
Gunakan PowerShell untuk menghitung hash seluruh file dalam satu folder.
Contoh:
Get-ChildItem "C:\BarangBukti" -File |
Get-FileHash -Algorithm SHA256
Kemudian:
- Screenshot hasilnya.
- Jelaskan manfaat otomatisasi hash pada kasus dengan ratusan barang bukti digital.
Empat soal ini secara tidak langsung melatih alur yang mendekati praktik forensik digital nyata:
Identifikasi → Akuisisi → Dokumentasi → Hash Verification → Metadata Examination → Chain of Custody → Pelaporan Forensik
yang merupakan fondasi penting sebelum mahasiswa masuk ke tools yang lebih kompleks seperti Autopsy, FTK Imager, atau Magnet AXIOM.
Selamat Mengerjakan!