Praktik ini tidak hanya “teknis forensik”, tetapi menghubungkan tindakan teknis dengan konsekuensi hukumnya. Kita sering bisa menjalankan tools, tetapi belum memahami mengapa prosedur itu harus dilakukan agar bukti diterima secara hukum.
Berikut 4 tugas bertingkat untuk Sistem Informasi, Teknik Informatika, atau Kriminologi Digital.
Soal 1
Barang Bukti Digital yang “Tercemar”
Skenario
Seorang penyidik menerima file PDF yang diduga terkait kasus penipuan online.
Sebelum menghitung hash, penyidik membuka file tersebut, mengedit sedikit isi dokumen, lalu menyimpannya kembali.
Tugas Praktik
- Download atau buat file PDF.
- Hitung hash awal menggunakan PowerShell (Powershell bisa diakses di win > search > powershell. Anda bisa memakai termux jika hanya ada ponsel android)
Get-FileHash namafile.pdf -Algorithm SHA256
- Edit file tersebut (misalnya menambah satu kata).
- Simpan.
- Hitung hash kembali.
- Bandingkan hasil hash.
Tugas Analisis Hukum
Jelaskan:
- Apa yang terjadi terhadap integritas barang bukti?
- Apakah tindakan penyidik dapat dipertanggungjawabkan (jika dia merubah data di dalam file)?
- Jika Anda menjadi penasihat hukum terdakwa, bagaimana Anda menyerang keabsahan barang bukti tersebut?
Soal 2
Chain of Custody yang Hilang
Skenario
Dalam sebuah perkara pencemaran nama baik melalui media sosial, penyidik menyerahkan flashdisk kepada analis digital.
Namun tidak ada dokumentasi siapa yang memegang flashdisk selama 5 hari.
Tugas Praktik
Buat:
- Formulir sederhana Chain of Custody (dari contoh, Anda buat saja format paling sederhana misal seperti di form yang Anda temukan di materi latihan penanganan barang bukti ini – di Soal ke-4).
- Simulasikan:
- penerimaan barang bukti
- perpindahan barang bukti
- pemeriksaan barang bukti
- penyimpanan barang bukti
- Isi formulir tersebut secara lengkap.
Tugas Analisis Hukum
Jelaskan:
- Mengapa rantai penguasaan barang bukti penting?
- Apa risiko jika tidak terdokumentasi?
- Apakah hakim dapat meragukan keaslian barang bukti?
Soal 3
Metadata sebagai Petunjuk
Skenario
Seorang pegawai dituduh membocorkan dokumen perusahaan.
Perusahaan menunjukkan file DOCX yang diduga dibuat oleh pegawai tersebut.
Tugas Praktik
- Buat file DOCX.
- Periksa metadata menggunakan:
- Windows Properties
- atau ExifTool
- Catat:
- Author
- Created Date
- Modified Date
- Application
- Ambil screenshot hasil pemeriksaan.
Tugas Analisis Hukum
Diskusikan:
- Apakah metadata cukup untuk membuktikan seseorang sebagai pembuat dokumen?
- Bisakah metadata dimanipulasi?
- Apa alat bukti lain yang diperlukan untuk memperkuat pembuktian?
Soal 4
Audit Keabsahan Barang Bukti Elektronik
Skenario
Anda ditunjuk sebagai ahli digital forensik dalam perkara pidana.
Penyidik menyerahkan:
- Screenshot WhatsApp
- PDF hasil cetak chat
- File gambar JPG
Namun tidak ada:
- hash value
- berita acara akuisisi
- chain of custody
Tugas
Buat laporan ahli sederhana yang memuat:
A. Identifikasi Permasalahan
Apa kelemahan prosedural yang Anda temukan?
B. Analisis Teknis
Apa pemeriksaan yang seharusnya dilakukan?
C. Analisis Hukum
Jelaskan hubungan temuan Anda dengan:
- KUHAP
- Alat Bukti Elektronik
- Prinsip Keaslian (Authenticity)
- Prinsip Integritas (Integrity)
D. Pendapat Ahli
Apakah barang bukti tersebut:
- dapat dipercaya?
- perlu diverifikasi lebih lanjut?
- berisiko diperdebatkan di persidangan?
Pertanyaan tersebut memaksa Anda memahami sekaligus aspek teknis (hash, metadata, chain of custody) dan aspek hukum pembuktian elektronik dalam konteks Indonesia.
Selamat Mengerjakan!